PRODUK SERUPA
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-15AAA6CD-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-04DAA61D-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-01AAA6CD-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-02D1A61D-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-08DAA61D-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-01AAA61D-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-01A1A6CD-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-04DAA6CD-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-08D1A61D-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Motor servo seri YASKAWA SGMPH SGMPH-02D1A6CD-OY
Seri servomotor SGMPH memiliki desain inersia sedang dengan profil datar yang memberikan rasio torsi-per-panjang tertinggi yang tersedia. Servomotor ini sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pencocokan beban yang dioptimalkan. Ada lima ukuran rangka yang menyediakan hingga 2.027 oz-in torsi puncak. 100 dan 20
Rangkaian bolak-balik (resistif). Representasi skematik dari tegangan sinusoidal dengan besaran E yang diterapkan pada rangkaian dengan beban resistif R. Skema menunjukkan arus i yang dihasilkan sefase dengan tegangan v. Ini juga menunjukkan representasi fasor dari tegangan dan arus. sudut (atau faktor daya) tergantung pada seberapa kapasitif atau induktif beban tersebut. Dalam rangkaian yang murni kapasitif, arus akan mendahului tegangan sebesar 90◦
, sedangkan pada rangkaian yang murni induktif, arus akan tertinggal dari tegangan sebesar 90◦ (lihat Gambar 1.9).
Rangkaian yang memiliki karakteristik kapasitif atau induktif disebut sebagai rangkaian reaktif. Dalam rangkaian seperti itu, parameter berikut didefinisikan:
S: Daya semu → S = E × I, diberikan dalam satuan volt-ampere atau VA.
P: Daya aktif → P = E × I × cos ϕ, di mana ϕ adalah sudut daya rangkaian. P diberikan dalam satuan watt.
Q: Daya reaktif → Q = E × I × sin ϕ, diberikan dalam satuan volt-ampere-reaktif atau VAR.